Melalui sosial media, masyarakat mampu membuat informasi sekaligus menyebarkan  informasi tersebut untuk dapat berkomunikasi dengan lebih mudah era sebelumnya. Dengan berkembangnya teknologi ini, munculah oknum tertentu yang menyalahgunakan sosial media ini. Bukan untuk merekatkan seluruh elemen di masyarakat dengan menjalin komunikasi dengan baik tetapi oknum ini justru  malah meretakkan keharmonisan bangsa Indonesia yang memiliki ciri khas keberagaman yang telah terjaga dengan baik.

Menyikapi perkembangan penggunaan sosial media saat ini, Kemeterian Kominfo dalam hal ini, Dirjen Komunikasi Publik, Dirjen Kemitraan Kementerian Kominfo menyambut baik dengan adanya fatwa Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) No 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui sosial media

Penetapan Fatwa MUI tersebut berdasarkan atas berbagai pertimbangan antara lain perkembangan teknologi infomasi dan komunikasi yang memberikan berbagai kemudahan dalam berkomunikasi dan memeperoleh informasi, pengguna media sosial yang sering tidak bertanggung jawab dengan menyebaran konten yang bermuatan negatif, hoax, fitnah, pemutarbalikan fakta, ujaran kebencian, permusuhan, propaganda / provikasi, dan hal – hal terlarang lainya yang dapat memecah belah persatuan.

Fatwa yang ditetapkan pada tanggal 13 Mei 2017  tersebut perlu kita dukung dengan regulasi yang telah ada agar bisa menjadi acuan dan pedoman bersama bagi masyarakat dalam memanfaatkan media sosial secara bijak. Melihat fenomena yang sering kali didapati, nitizen menyampaikan aspirasinya namun berada pada sisi negatif. Tidak hanya tindakan hukum tetapi perlu dilakukan upaya pembinaan dan pemeberian pemahaman secara benar dan tepat.

Sehingga diadakannya kegiatan forum diskusi publik pada tanggal 19 September 2017 ini. Kegiatan yang dilakukan di Malang, Jawa Timur tersebut sebagai sarana secara tepat untuk menyampaikan sosialisasi fatwa MUI  tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah secara Bijak dalam menggunakan sosial media, guna lebih bermanfaat dan bernilai positif dengan selalu menjaga persatuan dan kerukunan berbangsa dan bernegara. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para Akademisi, Blogger, Pers Media, Penyuluh Tokoh Agama / Masyarakat terkait.

(J.N.H)

About The Author